Menjelajah Sebagian Ambon Bareng Bule Gila

4:00 PM


This is Pimmie gila.
Berbicara tentang Travel Mate, saya pernah mendapatkan seseorang yang sangat gila dan seimbang untuk diajak gila-gilaan. Tahun 2014 akhir menjadi tahun yang tidak terlupakan. Hal ini dikarenakan saya mendapatkan kesempatan untuk menjadi guide bagi seorang bule ‘gila’. Tanggal 9 Desember adalah hari pertama saya bertemu dengannya, kami sama-sama bekerja untuk sebuah LSM di Bali, Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI). Tapi ia mendapatkan tugas untuk melakukan penelitian di Ambon, tempat dimana saya bertugas. 

Namanya Pim Boute, tapi saya lebih suka memanggilnya Pimmie. Menurutnya panggilan tersebut hanya digunakan oleh neneknya, dan dia membalas saya dengan memanggil Adlientje. Sounds like tante-tante, right? 
This is our first met with Bu Widi dan Bang Lalu. Biar akrab pas kerja haha
 
Karena Pimmie, dua bulan di Ambon sangat menyenangkan. Pertama saya punya teman sparing untuk berlatih bahasa inggris yang belepotan. Kedua, he is crazy, jadi dia gak ngerasa aneh kalau diajak ke tempat-tempat antimainstream bagi turis, seperti Pasar Mardika di Ambon. Heheh. Ketiga, dia jadi teman yang sangat baik untuk bertukar pikiran. Karena dia adalah seorang mahasiswa S2 yang akan menjadi dosen di kampusnya. Haha. Dia selalu punya jawaban yang gak pernah terpikirkan sama sekali dan seringkali membuat saya bingung untuk menjawab pertanyaannya. Gak kebayang seperti apa muridnya nanti. :P

Perjalanan kami selama di Ambon dan Buru sangat menyenangkan dan penuh hal-hal yang aneh. Karena seringkali Pimmie bertanya hal-hal yang tidak terpikirkan. Contohnya saja, ia bertanya kenapa masjid kiblatnya tidak pernah lurus, tapi seperti miring 20o . Hal ini ia tanyakan setelah sering ke masjid ketika dalam perjalanan saya singgah untuk shalat. Kemudian kita menemukan sebuah teori bahwa orang yang tinggal di daerah panas seperti Indonesia sangat ramah dan murah senyum. Berbeda dengan orang yang tinggal di daerah dingin cenderung tertutup dan kurang ramah. Ia memberikan contoh di daerahnya. Hmmm. 
this is our vehicle. haha. kebayang pas Pimmie naik dan gue yang bawa motor
Lucunya, si bule besar ini tak malu jika saya ajak berkeliling menggunakan sepeda motor besar. Ia tidak bisa menggunakan motor besar, hanya motor matic yang mirip skuter. Karena itu ia tak berani menggunakan motor besar selama di Ambon. Namun sebelum kembali ke Belanda, ia belajar menggunakan motor besar dan ia ketagihan. Haha. Sepertinya kami terlihat seperti sepasang orang gila yang berkeliling kota Ambon. Karena beberapa kali Pimmie selalu melambaikan tangan kepada orang yang menatapnya aneh. Haha. Belum lagi, ia mau untuk tidur di dapur mess. Tidur bareng nyamuk dan tikus dapur. Wkwkw. 
Pimmie is our Santa Claus. hohoho
 Minggu pertama tiba di Ambon, saya memintanya untuk menjadi Santa Klaus di acara kantor. Tanpa pikir panjang, ia pun bertugas sebagai Santa Klaus selama satu malam. Hahah. Seorang Santa Klaus dengan punya postur jangkung tanpa perut buncit. Ia terlihat sangat menikmati perannya selama di pesta tersebut. Selain itu ia menikmati waktunya untuk bernyanyi dan makan makanan khas Maluku. 

Di lain waktu ia saya ajak untuk ikut berlibur ke rumah keluarga di Tulehu. Kami pergi melihat morea yang hidup di kolam kecil di tengah kampung. Saya masih ingat bagaimana wajahnya ketika ia melihat banyak sekali morea di dalam kolam. Haha. Ia sampai harus berkali-kali meyakinkan diri bahwa morea yang ada di kolam tersebut adalah asli. “Adlientje, you need to see this”.. 

Pimmie sangat suka buah-buahan, termasuk durian. Ia sanggup menghabiskan banyak durian. Selain itu buah-buah lokal seperti jambu, dukuh, jeruk, manggis, rambutan, dan lain sebagainya selalu menjadi menu favoritnya. Tak ayal kamarnya (baca : dapur umum di kost ku) selalu penuh dengan kresek berisi buah-buahan. 

Pemakan Duren
Tak lupa, cukur rambut Madura menjadi tempat favoritnya untuk potong rambut. Haha. Harganya cukup murah dan ada pijat gratis yang diberikan si pencukur. Haha. Selama dua bulan tinggal di Ambon dan Buru ia benar-benar menikmati cukur di tempat tersebut. 

Sayangnya Pimmie harus kembali ke negaranya pada tanggal 9 Februari 2015. Banyak hal yang saya pelajari dari Pimmie. Salah satunya adalah keep smiling walaupun semua orang melihatmu dengan tatapan aneh. Haha. Thank you Pimmie. You are one of my best travel mate. :D
gabung sama  dua bule lainnya :D
Tulisan ini dibuat untuk berbagi kisah kasih yang terajut dalam beberapa perjalanan lewat #PosbarTBI #UltimateTravelMate bersama genk Travel Bloggers Indonesia. Bagaimana perjalanan kakak-kakak keren lainnya? Silakan dinikmati dari tautan berikut :

3.       Atrasina Adlina- Menjelajah Sebagian Ambon Bareng Bule Gila
8.       Fahmi Anhar – Teman Perjalanan Paling Berke
11.   Imama Insani – Teman Perjalanan
12.   Karnadi Lim - Teman Perjalananku dan Kisahnya
13.   Lenny Lim - 3 Hal Tentang TravelMate
14.   Leonard Anthony – Sahabat Perjalanan
15.   Liza Fathia - Naqiya is My Travelmate
16.   Matius Nugroho – 3 Host, 3 Negara, 3 Cerita
17.   Mas Edy Masrur – Istriku Travel Mateku
18. Olivia Bendon - My Guardian Angel 
18.   Parahita Satiti – Travel Mate
19.   Puspa Siagian – Giga
20.   Putri Normalita - My Unbelieveble Travelmate
21.   Rembulan Indira – Kakatete
22.   Rey Maulana – Kemana Lagi Kita Berjalan, Kawan?
23.   Richo Sinaga – Pria Berjenggot dengan Follower 380K
24.   Shabrina Koeswologito – 14 Signs You The Perfect Travel Mate
26.   Tekno Bolang  - Mbok Jas Teman Perjalanan Terbaik
27.   Titiw Akmar – 10 Alasan Mengapa Suami adalah Travelmate Terbaik
28.   Vika Octavia - Sesaat Bersama Supardi
30.   Wisnu Yuwandono – Teman Menapaki Perjalanan Hidup



mau berenang sama morea nih

he's drunk and singing in the public cafe. yeah!

mulai gila sama mereka

tidur di dapur. wkwkwk

cukur madura

Pimmie the fishermen

You Might Also Like

36 Komentar Kamu?

  1. Aku juga pernah dapat pertanyaan-pertanyaan ringan dari temen bule, Kak.

    "Kenapa adzan dan tahlil pakai pengeras suara?"
    "Apa bedanya tidak dan bukan?"

    Ringan sih, tapi jawabnya perlu mikir hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak. Apalagi kalau dia nanya hal2 yang sering terjadi dan kita anggap sepele. haha. Betul dan Tidak adalah salah satunya.. :D

      Delete
  2. Adlientje! Hahahaahahaha....


    Btw, itu kelingking mas-mas cukur rambut maduranya ngetril amat! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha. aneh banget itu nama. mirip tante-tante. cocok kalau lo yang dipanggil kak. Satitinje.. :P

      tau tuh, abang cukurnya punya kelingking lentik. :P

      Delete
  3. Replies
    1. hahaha. gak cocok kak, dia punya pacar yang udh mau nikah tahun depan. hahaha

      Delete
  4. Akhirnya saya tahu dari mana semua cuek dan kegilaan mu berasal. Dari pimmie toh??? Haha. Tapi seneng ya punya travel mate yang bisa diajak susah senang sama2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pimmie baru sebagian kecil aja kak. lingkungan ku emang udh gak keruan, makanya ak ancur begini. hahaa.
      iyaa, asik banget kalau mau diajak susah bareng2.

      Delete
  5. Itu si Pimmie tinggi bangeeeettt!!! Hahaha. Kamu yg notabene tergolong cewek cukup tinggi aja kalah jauh sama dia :|

    Mungkin karena dingin, bawaannya males keluar-keluar dan buka-bukaan, jadi tertutup deh. Hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tingginya Pimmie sekitar 170an kalau gak salah.. dia emang kayak bambu. jangkung. hahah

      mungkin juga. krn malas keluar, malas ngobrol, malas berinterkasi jadinya kebiasaan deh. heheh

      Delete
  6. Jadi kadar gilanya lebih besar kak adlien apa pimmie? Haha, seruuu kak ! Btw, aku juga ga bisa pake motor besar :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. lebih besar Pimmie. ak mah anaknya normal. gak gila kok. hehe

      kak Rey harus coba. pasti ketagihan. hehe

      Delete
  7. foto pertama kamu kelihatan setengah badan Pimmie ya Dlienz, tapi pas lihat gambar motor ngebayangin yang duduk di boncengan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, sayangnya gak ada foto kita berdua di motor. haha. kalau ada pasti bakalan lucu banget. haha. gak bakalan dilupain seumur hidup. :D

      Delete
  8. Sering juga yah jalan bareng bule,
    kalau jalan menuju pelaminan gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahah. hahahah. #speechless langsung..
      tungguka. ada ji itu. haha

      Delete
  9. Pengalaman traveling bareng dengan bule-bule memang penuh dengan sensasi, masi keingat waktu traveling bareng dengan anak-anak Couchsurfing ke Gunung Sibayak, kebetulan ada anak CS asal Belanda yang ikutan, sepanjang jalan selalu cari tempat untuk BAB, sehingga kami julukin dia Boker Man haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha. kasian banget dia. keseringan makan cabe pasti. soalnya si Pimmie juga gitu. kalau mau jalan jauh gak boleh makan pedes, pasti nanti boker2. hahaha.

      Delete
  10. cie cie cie travel mate itu enaknya sekaligus love mate loh adlien #kabur

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah. ak suka produk-produk lokal aja kak Len.. susah nyambungnya kalau sama yang internasional. roaming bo.. :D #gayanya Kak Lenny

      Delete
  11. Replies
    1. haha. iya. dia emang keliatan mirip mark zuckerberg, sayangnya dia jangkung banget. jadi ketauan kalau dia yang palsu. ahaha

      Delete
  12. duh, knapa bule2 yg masuk dlm kehidupanmu selalu yg gila2 ya, Dlin? sapa tuh bule gila yg satunya? yg cewek.. dia bule gila juga kan? hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. si Margarin, hahah. oh iya ya, kan kemarin kita barengan yakk.. haha. emang banyak bule yang gila gilaa..

      Delete
  13. Ha! Bener banget itu teori soal orang Indonesia jauh lebih ramah dan bahagia karena kita punya curahan sinar mentari yang tinggi hihii... Kalau di Belanda ujan mulu ga pernah tentu cuacanya :) Kaget ya liat dia suka banget durian gitu :D www.deasihotang.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah. dia mah seneng sama semua buah-buahan kak. ak juga sampe kaget loh dia suka banget makan durian.. nambah sampe beberapa kali dia.

      Delete
  14. Ciyeee..jadi sama pimmie nih... hahahhaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha. dia mah temen doank kak Vika.. ak maunya sama produk lokal. :D

      Delete
  15. yasalam ADLING! itu bule kamu boncengin naik vixion? wahahaha epic! Siapa tau dia jodohmu lho hahaha

    BTW, di backlink namaku Fahmi Anhar yak, bukan Ahnar. #typology

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahah. bukan lah.. dia udh jadi miliknya orang lain kak. saya sih sama produk lokal aja. kenapa sih semua orang ke arah sana terus pertanyaannya? hahaha

      Delete
  16. Pulang ke negerinya dia pasti langsung butuh konsultasi kejiwaan dlien. hihiiiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. ak yang butuh konsultasi kak, bukan dia. hahaha

      Delete
  17. Seru banget dapet temen jalan bule gila! Kamu pasti jadi kalem dibanding dirinya :D

    *terus sambil ngebayangin kakak berbulu mata lentik agak cemburu baca postingan bule gila ini ;)

    ReplyDelete
  18. Haduh kok aku malah fokus sama motor lakinya ya mbak dan gk ngebayangin lah kalau pimmie diboncengin di belakang.. wahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha. iyaaa. sayang banget pada saat itu gak ada fotonya. padahal bakalan seru kalau ada foto itu. biar gak usah ngebayangin beratnya dia kayak apa. :P

      Delete
  19. wah tumben bule demen duren,, biasanya pada gak suka haha...

    anyway salam kenal mbak... aku baru belajar nulis blog,, siapa tau bisa kasih masukan.. ---> http://barrabaa.blogspot.com/ ,, hehehe...

    ReplyDelete