Candi Plaosan, Bukti Cinta Beda Agama

kemegahan candi Plaosan Lor

Waktu telah menunjukkan pukul 14.30 WIB, ketika kami tiba di Candi Plaosan Lor. Terletak di selatan Klaten, terdapat sebuah candi yang dibangun pada saat Kerajaan Mataram Kuno menjadi penguasa. Tercatat sekitar tahun 824 M, sebuah candi yang menjadi tanda cinta didirikan. Kisah cinta antara Rakai Pikatan Mpu Manupu dengan Sri Pramodhawardhani menjadi awal mula Candi Plaosan dibangun. Sebenarnya pada masa pemerintahan Rakai Pikatan, ada beberapa candi besar yang dibangun yaitu Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Namun kali ini saya akan lebih fokus membahas mengenai Candi Plaosan. 

Kami mengunjungi Candi Plaosan Lor yang terletak di Dusun Plaosan, Desa Bugisan, Kab. Klaten, Jawa Tengah. Awalnya kami berencana untuk melihat sunset dari sini, namun apa daya ada perubahan rencana. Sehingga tim #FamtripJateng memutuskan untuk menghabiskan waktu sekitar 1 jam disini. Tiket masuk ke Candi Plaosan dikenakan harga Rp. 5.000 per orang. Kita bisa menjelajah setiap bagian dari candi yang pernah tertutup debu vulkanis pada tahun 2014. Di bagian depan kompleks candi, kita akan disuguhi pemandangan dua candi besar yang berdiri gagah di tengah-tengah kompleks. Dua pasang arca Dwarapala saling berhadapan menjadi petanda masuk di pintu masuk utara dan pintu masuk selatan. 

Menyelam Sambil Bergaya di Umbul Ponggok

seger banget. 
Perjalanan kali ini disponsori oleh Dinas Pariwisata Jawa Tengah #FamtripJateng dalam rangka menyemarakkan #66thJawaTengah. Jadi jangan bingung jika dalam satu minggu ini saya akan banyak memposting tentang keindahan Jawa Tengah. :)

Destinasi pertama kami adalah Umbul Ponggok yang terletak di Desa Ponggok, Kab. Klaten, Jawa Tengah. Titik keberangkatan kami dimulai dari Semarang. Jarak antara Semarang ke Klaten ditempuh dalam waktu 2 jam. Kebetulan kami datang kesini pada hari Sabtu, sehingga kawasan Umbul Ponggok sangat ramai. Lokasi ini menjadi salah satu destinasi wisata andalan Jawa Tengah. Menurut guide di Umbul Ponggok, kolam ini mulai dibuka sejak tahun 2012. Namun keberadaan kolam ini menjadi hits sekitar tahun 2014. Kolam ini terletak persis di pinggir jalan Raya Desa Ponggok, sehingga akses menuju Umbul Ponggok termasuk mudah dicapai.

Kembali ke Masa Lalu di Museum Pos Bandung

diorama Tukang Pos di jaman dulu
Perjalanan saya ke Bandung bersama teman-teman PK-69 Balin Bahari dalam rangka melakukan kunjungan ke LIPI Bandung. Menumpang kereta Argo Parahayang yang berangkat pukul 08.30 WIB, saya, Raiza, Renita, Hendra dan Samson berjanji bertemu di Stasiun Gambir. 20 menit sebelum keberangkatan, ternyata kami masih belum bertemu. Sempat terbersit rasa khawatir karena ketinggalan kereta, tapi untungnya kami tak terlambat. Perjalanan menuju Bandung ditempuh dalam waktu 3 jam dan setibanya di Stasiun Bandung, kami dijemput oleh Ayahnya Raiza dan menuju Rumah Makan Ampera untuk santap siang.

Segera setelahnya kami menuju LIPI Bandung yang terletak di daerah Cisitu bertemu dengan Bang Furqon dan Kang Eril disana. Setelah itu langsung bertemu dengan pemilik paten Simbat, system pencadangan air. Kami memiliki pertanyaan mengenai skema pencadangan air yang diperkenalkan oleh LIPI Bandung. Belajar langsung kepada ahlinya, apakah sistem pencadangan air ini bisa dilakukan di berbagai lokasi. Setelah berdiskusi panjang, kami pun pamit dan menyusun strategi lanjutan dari pertemuan ini.

Nostalgia Biru Putih di Suaka Elang Loji

Anggota Reunian Belcram
Reuni bagi sebagian orang merupakan ajang untuk silaturahmi, bercerita dan nostalgia. dan kali ini saya berkesempatan untuk mengikuti acara silaturahmi bersama teman-teman alumni SMPN 01 Bojonggede. Menurut percakapan via Whatsapp, ada sekitar 13 orang yang akan menghabiskan malam minggu bersama di Camp Ground Suaka Elang Loji. Saya, Rahayu, Awank, Liska dan Januar berjanji untuk bertemu di depan sekolah sebelum kami bersama-sama berangkat menuju lokasi kamping. Menurut Rahayu, sudah ada beberapa teman yang mendirikan tenda terlebih dahulu disana. 

Perjalanan kami tempuh dengan menggunakan sepeda motor. Lokasi Suaka Elang Loji ditempuh dalam waktu kurang lebih dua jam perjalanan. Kebetulan didalam grup kami sudah ada Rahayu yang menjadi penunjuk jalan, karena ada kemungkinan tersesat bagi orang yang pertama kali datang kesini. Jika datang dari arah Bogor, jadikan stasiun Batutulis sebagai patokan. Setelah itu akan menemui pertigaan, ambil ke arah Cijeruk. Ikuti terus jalan hingga menemukan plang hijau kecil bertuliskan Loji di sebelah kanan.

Yuk, Naik Mpok Siti Keliling Jakarta

Halte pemberhentian Balaikota
Kalian sedang berada di Jakarta, bingung menghabiskan waktu kosong dan ingin melihat-lihat situs penting di sekitar Jakarta? Mungkin Mpok Siti adalah jawaban.

Mpok Siti adalah adalah Bus Wisata City Tour Jakarta yang disediakan oleh Pemkot Jakarta. Kebetulan setelah dari LPDP untuk presentasi, jam masih menunjukkan pukul 12.40 WIB. Akhirnya saya memutuskan untuk melihat-lihat keadaan Jakarta dengan menggunakan Mpok Siti. Ini adalah kali pertama saya menjajal Mpok Siti, sehingga saya harus memastikan bahwa saya menaiki bis yang benar. 
Saya naik Mpok Siti dari halte yang terletak di Stasiun Juanda. Jika ingin naik dari halte Juanda, kalian harus menyebrang menggunakan jembatan penyebrangan. Dari jembatan penyebrangan kalian mengambil sisi kanan, di dekat pintu keluar Istiqlal akan berjejer bis tingkat dua. Disitulah Mpok Siti berada.

Menembak, Purkota dan Joyride bersama Yonif 203/AK dan Mata Garuda

abaikan wajah gue. haha
Acara menembak bareng (Sabtu, 14/08) yang diselenggarakan atas kerjasama Tentara Nasional Indonesia (TNI) Yonif 203/Arya Kemuning dengan Mata Garuda. Apa sih Mata Garuda itu? Menurut ketua Mata Garuda, kak Danang Rizki, MG adalah kumpulan para penerima beasiswa LPDP baik yang sudah menjadi alumni ataupun yang sedang berkuliah. Nah kegiatan ini merupakan salah satu item acara untuk saling merekatkan antara penerima beasiswa. Agar kita saling mengenal satu sama lain, karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu berkolaborasi dalam kebaikan. #cieee

Sekitar 100 orang berkumpul di kantor LPDP yang terletak di sebelah Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Menurut jadwal kita akan berangkat pukul 11.00 WIB menggunakan bis dari pihak TNI. Saya tiba di LPDP tepat pukul 11.00 WIB setelah registrasi dan makan siang, kami pun berangkat. Dari PK-69 ada saya, boss Pudy, Raiza, Monica, Samson, dan Resty yang hadir untuk mengikuti kegiatan ini. Disini kami berkenalan dengan banyak orang yang berasal dari PK yang berbeda. Mulai dari PK-1 hingga PK-70 an keatas.

Sehari ‘Mengeliling Indonesia’ Naik Sepeda


me and my little brother
Karena masih dalam masa Lebaran 1437 H, saya Atrasina Adlina memohon maaf jika ada salah selama ini. Entah karena postingan saya atau kata-kata yang menyinggung teman-teman semua. Maafkan saya. 

Setelah liburan seminggu dan silaturahmi bersama keluarga, akhirnya saya harus kembali ke rutinitas di Jakarta. Tapi ketika kembali ke Jakarta saya mengajak adik bungsu untuk menikmati Jakarta. Kami memiliki rencana untuk ‘mengeliling Indonesia’. Awalnya dia yang masih kelas 6 SD bingung, “kok kita mau keliling Indonesia sih mbak?” ujarnya polos. Oia, namanya Maulana Abdurahim. Tapi biasa kami panggil Dede atau Maul. Anak yang paling sering disuruh-suruh dimintai tolong sama kelima kakaknya. Thank you Maul. 

Akhirnya kami memutuskan untuk pergi mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah yang terletak di Jakarta Selatan. Saya berjanji untuk menjemputnya di Stasiun Bojonggede karena saya sedang menyelesaikan tugas di Jakarta Selatan. Sehingga ini menjadi perjalanan Maulana pertama kali menggunakan angkot ke stasiun Bojonggede sendirian. Awalnya saya deg-degan apakah Maulana bisa tiba di Stasiun Bojonggede dengan selamat. Karena muka dia kayak anak ilang sih, takutnya nanti dia dibawa sama Tante-tante karena ditawarin sekotak es krim. Hehe. Tapi alhamdulillah Maulana tiba dengan selamat. Kami pun singgah di rumah makan padang untuk mengisi perut terlebih dahulu. 

Tahap-tahap Menggapai Kampus Impian


kampus idaman. bismillah..
Tulisan ini saya buat untuk memberikan sedikit gambaran mengenai pencarian kampus idaman di luar negeri. Saya mencoba mendaftar di Dalhousie University, Canada. Kampus yang terletak di Halifax, ibukota Nova Scotia, salah satu provinsi di Kanada. Pilihan saya jatuh pada jurusan Marine Management di Faculty of Science. Ia masuk dalam 200 ranking kelas dunia. Alasannya sederhana, karena disana tidak ada pelajaran matematika. Haha. Selain itu saya tertarik dengan beberapa mata kuliahnya mengenai Manusia dan Kebudayaan (People and Culture), Marine Management Skill Development, Contemporary Issues in Ocean and Coastal Management dan Community Based Co-Management. Mata kuliah yang sudah saya temukan masalahnya selama bekerja di lapangan. Makanya saya langsung jatuh cinta sama jurusannya. hehe.

Menelusuri Dusun Pasir Madang, Tenjo

Anak-anak di Dusun Pasir Madang, Tenjo, Kab. Bogor
Matahari sudah mulai naik ke peraduannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 5.30 WIB. Telpon berdering dua kali. Nama Renita muncul di layar handphone. Ia mengingatkan untuk hadir tepat waktu. Pagi itu, kami Tim Menyapa Indonesia dari PK-69 berjanji untuk bertemu di Stasiun Sudimara. 

Apa sih Menyapa Indonesia itu? Kegiatan yang diadakan oleh Awardee beasiswa LPDP setiap angkatan. Kontribusi yang bisa diberikan langsung ke masyarakat entah dalam bentuk kegiatan pembangunan, pemeriksaan kesehatan, pembangunan rumah baca, dan lain-lain. Tapi yang harus diingat, setiap daerah memiliki masalah dan membutuhkan solusi yang berbeda. Karena itu, kami melakukan Survey ke Dusun Pasir Madang. Maka ini adalah perjalanan pertama dan menjadi tantangan bagi kami.